Belajar Banyak Hal dari setiap Serpihan Kehidupan yang Kita Lalui dan Dapatkan
Thursday, May 7, 2020
Wednesday, May 6, 2020
Wednesday, April 22, 2020
Mulailah Hari dengan Optimis dan Rasa Syukur
Ketika
Kita Bangun di Pagi Hari, Rasulullah SAW memberikan satu do’a
Alhamdulillaahilladzii
ahyaanaa ba’da maa amaatana wailaihinnusur.
Kita
memulainya dengan pujian pada Allah, Pujian pada Sang Maha Kuasa, pujian pada
yang memegang kendali nyawa kita.
Terima
kasih ya Rabb, atas dibangunkannya kami. Terima kasih pada Tuhan yang telah
memberikan kami kehidupan, untuk kembali beraktivitas, untuk kembali bangun dan
menggapai mimpi-mimpi yang sedang kita rajut.
Terima
kasih atas pagi yang cerah ini, terima kasih atas hari yang baru
Bangunlah
dengan semangat, Kami bersyukur yaa Rabb, Kami akan menyongsong hari yang
indah, Kami akan memulai perbedaan besar dalam hidup kami.
Jadikanlah
hari ini hari yang penuh dengan senyuman
Karena
hari ini adalah selangkah lebih dekat dengan impian kami
Bersyukurlah,
sebab rasa syukur akan membuat perubahan dan masuknya kebaikan dalam hidup kita
Rasa
syukur kami mengubah hidup yang biasa menjadi hidup yang berkelimpahan
Mengubah
penyangkalan menjadi penerimaan
Mengubah
kekacauan menjadi ketertiban
Mengubah
rumah menjadi keluarga
Mengubah
orang asing menjadi teman
Mengubah
sepiring makanan menjadi pesta
Mandi
dan dan pergilah menggapai mimpi indahmu
Bangunlah
dan selalu tersenyum
Semoga
hari ini dapat membuatmu tersenyum hingga waktu malam
Tatap
mentari pagi dengan senyuman terbaikmu
Semangatlah
Kamu
pasti punya rencana untuk membuat banyak perubahan dalam dirimu
Pastikan
kamu memulainya hari ini
Bangkitlah
Tak
ada gunung yang tak mampu kamu daki
Dan
tak ada laut yang tidak bisa kamu arungi
Semangatlah
seperti burung-burung yang bersemangat mencari rezeki sebelum pagi menjelang
Bersyukur
untuk hari ini, apapun yang Tuhan berikan, adalah yang terbaik untuk saat ini
Awali
pagimu dengan cinta & kasih sayang, sayangi diri sendiri, sayangi
keluargamu
Tebarkan
senyum manis yang gembira.
Hari
ini adalah hari hebat kita, hari ini adalah hari terbaik kita
Dan
kita melangkah menuju kesuksesan masa depan kita
Alimudin Garbiz
Great Indonesia
Tuesday, April 21, 2020
Penyanyi Jalanan Bertahan Hidup di Tengah Virus Corona (Covid 19)
Pada saat ini kita semua dihadapkan pada keadaan yang serba salah, masyarakat diminta tinggal di rumah. dengan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Penyebaran Virus corona yang semakin massif di Indonesia, memaksa pemerintah melakukan "lockdown" secara tidak langsung. Pergerakan dan kerumunan massa dibatasi dan tidak dibolehkan, bahkan pernikahan oleh KAU pun sudah ditutup dulu pendaftaraannya untuk sementara.
Masyarakat pun menjadi tersendat mata pencahariannya. berbagai profesi seolah mandeg dan tidak bisa dilakukan. Akan tetapi seorang peyanyi jalanan, Kang Jajang GR dari Garut, tetap eksis dengan berkeliling drai kampung ke kampung untuk mengais rezeki dengan memanfaatkan suara emasnya bersenandung. membawakan lagu-lagu daerah Sunda, Beliau dengan percaya dirinya mengais rezeki demi dapur keluarganya tetap ngebul.
Salam Hormat dan Bahagia untuk Para Pejuang Kehidupan
ini linknya Suara Emas Kang Jajang, Penyanyi jalanan dari Garut Penyanyi Jalanan dari Garut
Alimudin Garbiz
Masyarakat pun menjadi tersendat mata pencahariannya. berbagai profesi seolah mandeg dan tidak bisa dilakukan. Akan tetapi seorang peyanyi jalanan, Kang Jajang GR dari Garut, tetap eksis dengan berkeliling drai kampung ke kampung untuk mengais rezeki dengan memanfaatkan suara emasnya bersenandung. membawakan lagu-lagu daerah Sunda, Beliau dengan percaya dirinya mengais rezeki demi dapur keluarganya tetap ngebul.
Salam Hormat dan Bahagia untuk Para Pejuang Kehidupan
ini linknya Suara Emas Kang Jajang, Penyanyi jalanan dari Garut Penyanyi Jalanan dari Garut
Alimudin Garbiz
Friday, April 17, 2020
Seblak, Makanan Murah Meriah di Era Corona (Covid 19)
Di saat Krisis seperti sekarang ini, dimana Covid 19 atau yang lebih dikenal dengan Virus Corona semakin menyebar tak terkendali. Akhirnya pemerintah menerapkan social Distancing atau pembatasan sosial bagi warga, agar tidak kumpul-kumpul atau bahkan keluar rumah jika tak ada kepentingan yang sangat mendesak.
Diam di rumah bukan perkara mudah, apalagi bagi kita yang pekerjaannya mengandalkan untuk keluar rumah, para pedagang, dan pekrja yang seharusnya mencari nafkah harus rela dan sadar diri mau di rumah saja. Biasanya, kita di saat di rumah saja menjadi lapar dan makan tak terkendali, mending kalau ada manannya, kalau tidak butuh dompet tebal juga untuk bisa diam di rumah.
Nah, bagi kita yang kantongnya pas-pasan, jangan takut, ada makanan yang bisa dibuat dan sangat mudah meriah, sudah tahu kan, iya, namanya seblak. Makanan khas jajanan anak-anak sekolahan. Dari mulai anak-anak sampai orang tua suka seblak. Eit, jangan asal nyablak, yo kita nyeblak dulu.
Seblak merupakan makanan khas kita, terdiri dari babangi atau kerupuk yang masih mentah. Direbus dengan air sampi mendidih dan matang. Setelah matang dikasih bumbu penyedap, bisa sasa, bisa ajinomoto, bisa royko, atom atau penyedap merek apapun yang kita suka.
Supaya enak pakai gula sedikit saja. Bagi yang suka lada pakai cabai merah atau cabe keriting atau cabai rawit. Ini menambah variasi dan warna warni seblak kita. Tentu saja, menimblkan sensasi lada dan juga semakin menarik selera kita untuk makan.
Seblak memang makanan mudrah meriah, tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. bisa dicampur dengan mie juga. Apalai di saat kita dilockdown seperti sekarang ini. Stauy at home adalah sebuah pilihan bijaksana. Memasak seblak adalah salah satu jalan keluar dari mencegah kita kelaparan. Tambah nasi juga boleh, Ayoo kita nyeblak, dna bukan asal nyablak....
Semoga Virus Corona segera berlalu dari kita.....
Salam Sukses dan Bahagia...!
Diam di rumah bukan perkara mudah, apalagi bagi kita yang pekerjaannya mengandalkan untuk keluar rumah, para pedagang, dan pekrja yang seharusnya mencari nafkah harus rela dan sadar diri mau di rumah saja. Biasanya, kita di saat di rumah saja menjadi lapar dan makan tak terkendali, mending kalau ada manannya, kalau tidak butuh dompet tebal juga untuk bisa diam di rumah.
Nah, bagi kita yang kantongnya pas-pasan, jangan takut, ada makanan yang bisa dibuat dan sangat mudah meriah, sudah tahu kan, iya, namanya seblak. Makanan khas jajanan anak-anak sekolahan. Dari mulai anak-anak sampai orang tua suka seblak. Eit, jangan asal nyablak, yo kita nyeblak dulu.
Seblak merupakan makanan khas kita, terdiri dari babangi atau kerupuk yang masih mentah. Direbus dengan air sampi mendidih dan matang. Setelah matang dikasih bumbu penyedap, bisa sasa, bisa ajinomoto, bisa royko, atom atau penyedap merek apapun yang kita suka.
Supaya enak pakai gula sedikit saja. Bagi yang suka lada pakai cabai merah atau cabe keriting atau cabai rawit. Ini menambah variasi dan warna warni seblak kita. Tentu saja, menimblkan sensasi lada dan juga semakin menarik selera kita untuk makan.
Seblak memang makanan mudrah meriah, tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. bisa dicampur dengan mie juga. Apalai di saat kita dilockdown seperti sekarang ini. Stauy at home adalah sebuah pilihan bijaksana. Memasak seblak adalah salah satu jalan keluar dari mencegah kita kelaparan. Tambah nasi juga boleh, Ayoo kita nyeblak, dna bukan asal nyablak....
Semoga Virus Corona segera berlalu dari kita.....
Salam Sukses dan Bahagia...!
SURAT PERNYATAAN TIDAK MENERIMA BANTUAN DARI PIHAK LAIN
Di dalam Proposal Pengajuan Bantuan Operasional Pendidikan BOP-PAUD, biasanya lembaga diminta untuk membuat Surat Pernyataan Tidak Menerima Bantuan dari Pihak Lain, sangat dimengerti, bisa jadi supaya tidak dobel mendapatkan anggaran negara yang mungkin masih banyak lembaga lain yang juga sama membutuhkannya.
Pengelola, dalam hal ini biasanya Kepala Sekolah, menyatakan
bahwa lembaga PAUD yang dikelolanya, tidak sedang menerima dana bantuan sejenis atau dana
bantuan lain yang bersumber dari dana APBN atau APBD di tahun yang sama.
Apabila pernyataan ini
dinyatakan tidak benar, maka pemilik atau pengelola, siap membatalkan/ mengundurkan diri sebagai
penerima bantuan dan kami sanggup mengembalikan bantan dana tersebut sesuai
aturan yang berlaku.
Untuk lebih jelasnya, saya berikan contoh Surat Pernyataan Tidak Menerima Bantuan dari pihak lain sebagai berikut. Silahkan Download disini Contoh Surat Pernyataan Tidak Menerima Bantuan dari Pihak Lain
Semoga Anda sebagai Para Pengelola Lembaga dilancarkan dan maju terus
lembaganya menjadi bagian dari sukses pendidikan di Indonesia.
1. Proposal BOP PAUD TK KOBER SPS bisa didownload disini Proposal BOP PAUD KOBER TK SPS
2. Bapak Ibu bisa mendapatkan juga contoh Surat Keterangan Aktiv Mengajar disini Surat Keterangan Aktiv Mengajar
3. Contoh Template untuk Membuat Tulisan Jurnal disini Contoh Template untuk Membuat Tulisan Jurnal
4. Contoh SK Kepala Paud dan Bendahara
5. Contoh Rencana Pembelajaran Semester
6. Contoh Surat Pernyataan Kesanggupan Penyelenggaraan Program Pendidikan PAUD Dana BOP-PAUD.
7. Contoh Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM)
1. Proposal BOP PAUD TK KOBER SPS bisa didownload disini Proposal BOP PAUD KOBER TK SPS
2. Bapak Ibu bisa mendapatkan juga contoh Surat Keterangan Aktiv Mengajar disini Surat Keterangan Aktiv Mengajar
3. Contoh Template untuk Membuat Tulisan Jurnal disini Contoh Template untuk Membuat Tulisan Jurnal
4. Contoh SK Kepala Paud dan Bendahara
5. Contoh Rencana Pembelajaran Semester
6. Contoh Surat Pernyataan Kesanggupan Penyelenggaraan Program Pendidikan PAUD Dana BOP-PAUD.
7. Contoh Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM)
Subscribe to:
Posts (Atom)
Contoh SPPD Visitasi Akreditasi ke PKBM
Berikut ini adalah Contoh SPPD Visitasi Akreditasi ke PKBM SPPD Visitasi Kesetaraan tahap 4 Alimudin
-
Di dalam Proposal Pengajuan Bantuan Operasional Pendidikan BOP-PAUD, biasanya lembaga diminta untuk membuat Surat Pernyataan Tidak Men...
-
Setiap semester Bapak/Ibu Ibu yang mempunyai lembaga PAUD baik itu Taman Kanak-Kanak / TK ataupun Kober diharuskan untuk membuat Proposal...
-
Tak dapat dipungkiri, warga masyarakat Garut boleh merasakan kebahagiaan luar biasa dengan adanya proyek reaktivasi kereta api Cibatu Gar...



